Calon Guru Besar (profesor muda berfilosofi)

Standard

Oleh Agus Sutisna/FKIP Biologi/Universitas Galuh/Ciamis
Selamat datang pagi. Selamat datang matahari. Hari ini aku melamunkanmu. Demikian juga langit. Aku coba hentak-hentakan kaki. Mengetuk-ngetuk jemari pada meja kelas. Mencoba hingar biar terkenal. Namun sia-sia, kelakuanku dikatakannya nakal. (Ardi 17 tahun)
Kaca-kaca jendela ku tatap satu persatu. Lirikan ku sengaja ku kerahkan bukan untuk menarik perhatian. Tapi meniru wajah terkenal. Namun sia-sia dikatakannya aku kecentilan. (Maya 9 tahun)
Lain dari yang lain. Karena yang aku perbuat tak menarik perhatian orang. Aku suka menulis dibuku ku sendiri. Sampai habis karena ide yang tak kunjung habis. Dalam setiap energiku ku lamunkan Andrea Hirata. Namun sayang dikatakannya ini pemborosan. Kenapa tidak keluar bermain diluar bersama yang lain? Katanya. (Galih N 15 tahun)
Kupu-kupu lebih menarik perhatianku. Ku kejarnya jauh-jauh dan ku amati saat ia menarik-narik bunga. Semua ini aku temukan diluar kelas. Namun sia-sia, malah aku disuruhnya membuka buku IPA (tania 15 tahun)
Disuruhnya aku bergegas masuk kelas dan dan segera menghabiskan sisa makanan yang aku temukan di kantin. Disuruhnya aku jangan jajan sembarangan. Padahal aku ingin mencicipinya saja. (maha 11 tahun)
Lama-lama tinggal di kelas seperti buronan. Diawasi dan dipersalahkan. Mau tanya ini nanti dulu. Mau tanya itu bukan saatnya karena materi pelajarannya tak seperti yang aku tanyakan. Mau tanya lagi. Dikatakannya cukup. Beri kesempatan yang lain. Tidak bertanya malah dikatakan tidak memperhatikan. (Esa 13 tahun)
Aku tertawa dengan lamunanku. Ternyata tidak banyak yang kita tahu dari anak-anak. Entah itu benar atau tidak. Dirasa benar dan sesuai prosedur dan peraturan tapi kenyataannya mengekang. Kita sebenarnya tidak teliti dan terkadang keliru menafsirkan impian mereka. biasanya anak-anak sekecil itu hanya pandai meniru dari apa yang dilihat dan didengarnya. Jika yang ia rasa senang dengan profesi itu. Maka ia katakan oh ya aku mau jadi ini. Mau jadi itu. Biasanya profesi menjadi dokter paling banyak. Karena mendapat stimulan dari kawan-kawannya yang lain yang lebih dulu menyebutnya. Dan karena saking cerdasnya takut gurunya curiga jika ia hanya meniru-niru maka ia melakukan sedikit penyempurnaa. Menjadi dokter anak. Dokter hewan. Bidan. Perawat. Mantri dan seprofesi dengan itu. Atau yang lain seperti polisi. Polisi wanita. Abri. Satpol pp mungkin. Atau briptu. Tentara. Angkatan laut. Darat dan udara. Beralih ke pilot. Jadi habibi. Pramugari. Pramugara biar ada pasangannya. Pergi ke luar negeri. Keliling dunia. Menjadi duta. atau jadi orang terkenal artis. Model. Penyanyi. Pemain band. Gitaris. Drumer. Presenter. Pemain bola. Baru pilihan terakhir dari anak terakhir ada wirausaha dan guru. Mungkin karena melihat gurunya di depan kelas dan terbayang ayahnya di rumah saat ada lurah yang mendata warganya.
Anak-anak memang sedang senang-senangnya disamakan dengan tokoh idolanya. Lambat laun juga tidak malah nanti jika saat dewasa dan ada yang menyamakannya dengan orang lain meski terkenal ia anggap itu ejekan atau lelucon semata.
Biarkan anak-anak berulah, lama kelamaan juga mereka lelah. Biarkan anak-anak semaunya nanti juga ia pikir-pikir lagi jika sudah kena getahnya.
Jadi apa tugas guru? Jadilah sebagai mentor. Orang yang selalu menemani mereka seperti sahabat dan benda-benda kesayangan mereka. Harap maklum saja namanya juga anak-anak. Sekali kita akrab pasti seharian tidak mau berhenti bermain dengan kita. Malah kadang-kadang menyusul ke rumah kita. Seperti gulali jika ia menemukan yang ia rasa berharga maka ia tidak akan melepaskannya.
Coba saja kau akrabkan diri dengan mereka. memberi mereka cerita dan perhatian maka harimu tidak akan kering dengan sapaan mereka. lihatlah senyumnya terkembang luar biasa. Bahkan lebih indah dari senyum yang kau paksa-paksakan itu. (Fatha 13 tahun)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Connecting to %s